Skip to main content

a. Strength (Kekuatan)

Kekuatan utama Bakso Goreng Bobo terletak pada perkembangan bisnisnya yang semakin dikenal masyarakat melalui berbagai bentuk promosi. Produk ini juga telah mendapat perhatian dari food blogger yang membantu memperluas jangkauan pengenalan produk kepada konsumen. Selain itu, Bakso Goreng Bobo pernah mendapat kesempatan untuk tampil di stasiun televisi Elshinta yang turut dalam meningkatkan eksposur dan kepercayaan terhadap produk. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari omzet yang terus meningkat dalam waktu yang relatif cepat serta jumlah pelanggan yang terus bertambah. Tidak hanya menarik pelanggan baru, Bakso Goreng Bobo mampu dalam mempertahankan konsumen yang selalu melakukan repeat order sehingga menunjukkan bahwa adanya ketertarikan dan kepuasan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu, tampilan yang menarik dan mengikuti tren menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen terutama generasi muda yang aktif dalam menggunakan media sosial (Rianti et al., 2023) dan pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari strategi digital yang mendukung perkembangan produk karena generasi muda cenderung tertarik dengan promosi yang berbentuk visual serta pengalaman atau testimoni dari konsumen lain (Asmayadi dalam Suryani dkk, 2026)

b. Weakness (Kelemahan)

Salah satu kelemahan Bakso Goreng Bobo terletak pada keterbatasan jumlah sumber daya manusia yang tersedia, jumlah pegawai yang masih terbatas dapat membuat pembagian tugas menjadi kurang maksimal terutama ketika kondisi usaha sedang ramai sehingga memerlukan strategi SDM yang strategis (Eryana, 2018). Biaya awal untuk capital expenditure tergolong tinggi yakni mencapai Rp 90.000.000 mencakup 5 gerobak, mesin penggiling daging, freezer, alat-alat dapur, mesin pengaduk adonan, dan bahan-bahan lainnya. Kondisi tersebut tentunya berpotensi pada operasional awal apabila tidak didukung oleh perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tepat. Selain itu, terdapat pegawai yang masih kurang memiliki rasa empati dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaannya sehingga beberapa tugas tidak dilakukan dengan optimal, sikap tersebut tentunya dapat memengaruhi kelancaran operasional dan hubungan antar pegawai. Kelemahan lain muncul dari adanya pemberontakan pegawai ketika diberikan arahan sehingga diperlukan pengelolaan dan komunikasi internal yang baik.

c. Opportunities (Peluang)

Peluang besar yang dimiliki oleh Bakso Goreng Bobo salah satunya berasal dari pengalaman mengikuti berbagai event yang membuat produk ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. Event menjadi salah satu bagian dalam industri MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) yang digunakan sebagai wadah dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pada waktu dan tujuan tertentu. Keikutsertaan dalam beberapa event ini tentunya membantu Bakso Goreng Bobo dalam memperluas jaringan dengan berbagai pihak, pengalaman itu tentunya menjadi keuntungan untuk mengikuti berbagai rangkaian event besar di tempat lainnya (Herianto & Irwansyah, 2019). Selain dapat memperkenalkan produk kepada banyak orang, keikutsertaan dalam event dapat membantu menarik pelanggan baru sekaligus meningkatkan penjualan. (Rabbani, 2021)

d. Threats (Ancaman)

Ancaman yang dihadapi oleh Bakso Goreng Bobo terletak pada tingginya persaingan usaha yang cukup banyak terutama pada bisnis lain yang menawarkan produk sejenis maupun harga yang bersaing, maka dari banyaknya pilihan camilan di pasaran tersebut membuat konsumen memiliki banyak alternatif dalam menentukan produk yang ingin dibeli (Firmansyah, 2020). Disisi lain, kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja ini juga menjadi pengaruh pada daya beli konsumen sehingga mereka cenderung dalam mempertimbangkan pengeluaran untuk membeli cemilan terutama bagi mahasiswa yang sensitif terhadap harga. Ancaman lainnya turut terlihat pada periode libur panjang yang mengalami penurunan hingga pada bulan tertentu tentunya kondisi tersebut dapat menyebabkan jumlah pelanggan berkurang dan berdampak pada penurunan omzet Bakso Goreng Bobo.

Leave a Reply