Lomoto Studio memiliki keunggulan berupa lokasi dan ruang studio yang luas sehingga fleksibel untuk berbagai jenis produksi visual, reputasi yang terpercaya karena telah berdiri sejak tahun 2010, lengkapnya properti dan perlengkapan, koneksi serta pengalaman yang luas di industri, kemampuan mengikuti tren secara dinamis, lokasi strategis yang mudah diakses, serta sudah mulai mengembangkan layanan lain seperti pengelolaan media sosial dan siaran langsung. Namun, studio ini juga memiliki kelemahan seperti properti dan konsep yang sudah lama sehingga terlihat kurang mutakhir dan terkesan kuno, harga layanan yang sulit bersaing dengan pesaing, sebagian materi promosi belum cocok dengan selera Generasi Z, serta identitas merek yang belum sepenuhnya relevan dengan kondisi masa kini.
Di sisi lain, terdapat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, antara lain adanya tim internal yang mendukung operasional dan pengembangan bisnis, potensi membuka lapangan kerja baru, kemungkinan memperluas model usaha menjadi lembaga penyedia jasa atau layanan pemandu siaran langsung, kesempatan mengikuti tren pemotretan yang terus berkembang, serta masih banyaknya model dan cara berbisnis baru yang belum dieksplorasi. Akan tetapi, Lomoto juga menghadapi berbagai ancaman, mulai dari persaingan yang makin ketat karena banyaknya studio serupa, kemajuan teknologi termasuk kecerdasan buatan yang mengubah pola kerja dan menurunkan permintaan jasa foto konvensional, pergeseran citra industri yang berbeda dengan gambaran awal usaha ini, risiko tertinggal jika tidak mengikuti perkembangan zaman, tren penurunan minat masyarakat terhadap jasa studio foto secara umum, serta keterbatasan waktu dan kemampuan untuk menyaingi merek besar yang sudah mapan sehingga perlu berusaha lebih keras untuk menonjolkan keunggulan dan keunikan yang dimiliki.

