Skip to main content

Featured Project

PROBLEM IDENTIFICATIONS

1. Masalah Identitas & Citra Merek

Lomoto Studio sudah berdiri sejak tahun 2010 dan dikenal luas, namun citra yang terbentuk masih melekat pada kesan studio foto lama. Identitas merek yang dibangun belum sepenuhnya relevan dengan selera dan kebutuhan pasar saat ini, terutama kalangan Gen Z. Sebagian elemen seperti properti, dekorasi, dan gaya penyajian masih terkesan kuno atau terlalu klasik, sehingga terasa kurang segar dan kurang sesuai dengan apa yang dicari konsumen masa kini. Hal ini membuat posisi merek menjadi kurang jelas dan tertinggal dibandingkan pesaing baru yang tampil lebih modern.

2. Masalah Penyesuaian Produk & Nilai Tawar

Beberapa fasilitas dan perlengkapan yang dimiliki sudah lama digunakan dan belum diperbarui secara menyeluruh, sehingga konsep dan tampilan yang ditawarkan sering dianggap kurang mutakhir. Di sisi lain, penentuan harga masih sulit bersaing dengan studio-studio baru yang menghadirkan konsep lebih baru, tampilan lebih menarik, dan sistem harga yang lebih fleksibel. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa nilai yang ditawarkan belum sepenuhnya sebanding dengan harga yang dipasang, sehingga konsumen cenderung lebih tertarik memilih alternatif lain yang terasa lebih pas dengan keinginan mereka.

3. Masalah Adaptasi Teknologi & Perilaku Konsumen

Perkembangan teknologi fotografi, alat pengeditan, hingga kecerdasan buatan (AI) membuat kemampuan membuat hasil gambar menarik semakin mudah diakses oleh siapa saja. Konsumen kini punya banyak pilihan cara mendapatkan hasil visual yang bagus tanpa harus selalu menggunakan jasa studio profesional. Selain itu, kebutuhan dan kebiasaan masyarakat terhadap layanan foto sudah berubah jauh berbeda dibandingkan masa awal Lomoto berdiri. Pola permintaan tidak lagi sama seperti dulu, dan minat terhadap layanan studio konvensional cenderung menurun jika tidak diiringi pembaruan konsep dan cara pelayanan.

4. Masalah Persaingan Pasar & Posisi Usaha

Jumlah studio foto dan penyedia jasa serupa semakin banyak, sehingga persaingan menjadi sangat ketat dan sengit. Pesaing baru umumnya lebih lincah dalam mengikuti tren, lebih cepat berubah, dan lebih berani menawarkan hal-hal baru yang sedang diminati pasar. Lomoto berada dalam posisi sulit: harus berusaha mengubah citra lama menjadi lebih baru dan relevan, namun harus melakukannya secara bertahap karena memiliki sejarah dan kepercayaan yang sudah lama dibangun. Proses mengubah posisi dan mengalahkan kesan lama butuh waktu cukup lama, sementara pesaing terus bergerak maju lebih cepat.

5. Masalah Pengembangan & Pemanfaatan Potensi

Meskipun Lomoto sudah mulai bergerak mengembangkan usaha ke arah jasa pemasaran, pengelolaan media sosial, penayangan langsung, dan produksi konten, pengembangan ini belum sepenuhnya terintegrasi dengan baik dan belum cukup kuat menjadi pembeda utama. Potensi besar berupa tempat luas, fasilitas lengkap, pengalaman, jaringan, dan kepercayaan yang sudah ada belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan keunggulan yang unik. Selama ini masih terlalu banyak bersaing dari sisi fasilitas dan harga saja, padahal yang dibutuhkan adalah keunggulan dari sisi konsep, pengalaman pelanggan, kreativitas, dan beragamnya layanan yang ditawarkan.