
About Kisah Kopi
Kisah Kopi berdiri sejak tahun 2019 dan berlokasi di Apartemen Silkwood, Alam Sutera, Pakualam. Mengusung konsep tempat yang nyaman untuk menikmati kopi dan berbagi cerita, Kisah Kopi hadir dengan beragam pilihan coffee, non-coffee, serta makanan ringan seperti toast dan croffle.
Dengan kisaran harga mulai dari Rp13.000–Rp30.000, Kisah Kopi telah memperoleh rating Google 4,9 dan mampu menjual sekitar 50–100 cup per hari. Nama “Kisah Kopi” terinspirasi dari filosofi bahwa secangkir kopi dapat menjadi teman dalam berbincang, berbagi pengalaman, dan menciptakan berbagai kisah bersama.
Visi & Misi
Visi
Menjadi coffee shop yang menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang nyaman, berkualitas, dan berkesan sebagai bagian dari setiap kisah pelanggan.
Misi
- Menyajikan kopi dan minuman berkualitas dengan pilihan menu yang beragam dan harga yang terjangkau.
- Menciptakan suasana yang nyaman untuk bersantai, berbincang, dan berbagi cerita.
- Memberikan pelayanan yang ramah dan konsisten untuk membangun pengalaman positif bagi pelanggan.
- Mengembangkan inovasi menu dan strategi digital agar Kisah Kopi terus relevan dengan kebutuhan pelanggan.
- Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kualitas, pelayanan, dan pengalaman yang berkesan.
Our Featured Menu



| Kopi Susu Kisah Klasik | Toast | Tropical Aurora |
Problem Identification
1. Brand Awareness Masih Terbatas
Lokasi yang berada di dalam area apartemen membuat Kisah Kopi berpotensi kurang dikenal oleh masyarakat di luar lingkungan sekitar. Hal ini bisa menjadi tantangan untuk menarik pelanggan baru.
2. Persaingan coffee shop di Alam Sutera cukup tinggi
Kisah Kopi harus bersaing dengan berbagai coffee shop lain yang menawarkan konsep, harga, menu, dan promo yang beragam. Karena itu, diperlukan strategi untuk membuat Kisah Kopi lebih mudah dikenali dan memiliki alasan yang kuat untuk dipilih.
3. Pemanfaatan digital marketing masih dapat dikembangkan
Media sosial dapat dimanfaatkan lebih maksimal untuk meningkatkan awareness, engagement, dan menarik pelanggan baru. Misalnya melalui konten Instagram/TikTok, promo digital, UGC (user-generated content), atau kolaborasi dengan komunitas dan micro-influencer.
4. Ketergantungan pada pelanggan sekitar
Karena lokasinya berada di area apartemen, pelanggan potensial bisa lebih banyak berasal dari penghuni apartemen dan masyarakat sekitar. Tantangannya adalah bagaimana memperluas jangkauan pasar agar tidak hanya bergantung pada pelanggan di sekitar lokasi.
5. Tantangan mempertahankan pelanggan di tengah banyaknya pilihan
Dengan banyaknya pilihan coffee shop, pelanggan memiliki banyak alternatif.