COMPANY PROFILE
Chen’s Pao adalah brand kuliner yang telah berdiri sejak 2019 dan didirikan oleh Bu Aling dengan berawal dari pemanfaatan ruko miliknya di Medan. Dengan pengalaman membantu ibunya membuat dan menjual bakpao serta berbagai makanan di kantin sekolah, Bu Aling kemudian melihat peluang untuk membawa pengalaman tersebut menjadi sebuah bisnis F&B. Dari situlah Chen’s Pao berkembang dengan fokus utama pada bakpao yang mempertahankan cita rasa khas Medan dengan karakter gurih, manis, dan savory.
Keunikan Chen’s Pao terletak pada isinya yang melimpah dan tekstur kulit bakpao yang lembut, fluffy, dan lebih modern, namun tetap mempertahankan karakter rasa bakpao tradisional. Chen’s Pao juga menghadirkan berbagai pilihan isian mulai dari Obak, Chasio, Pekbak, Hongbak, Ayam Kecap, hingga varian manis seperti Tausa, Kacang Tanah, Kelapa Aren, Coklat, dan Nutella/Ovomaltine. Selain bakpao, Chen’s Pao juga mengembangkan pilihan produk bakery lainnya seperti roti baso, roti manis, chiffon, dan produk bakery lainnya. Saat ini, Chen’s Pao telah memiliki beberapa cabang seperti di Medan dan Jakarta, termasuk Gading Serpong, Market City PIK, Muara Karang, dan Kelapa Gading.
PHOTO PRODUCT & PLACE
Chen’s Pao menawarkan beragam pilihan produk, mulai dari bakpao dengan berbagai varian asin hingga yang manis, serta produk bakery lainnya seperti roti-rotian. Dengan produk yang beragam, Chen’s Pao juga telah memiliki beberapa cabang, sehingga produknya dapat dinikmati oleh konsumen di berbagai lokasi, diantaranya:
- Jl. Aipda KS Tubun/Sumatera No. 65, Medan. +62 852-7091-8006
- Hampton Avenue, Gading Serpong. +62 877-1199-5889
- Market City, PIK. +62 812-1429-2336
- Muara Karang. +62 812-1429-2329
- Kelapa Gading. +62 812-1425-5423
Gallery








COMPANY ANALYSIS
SWOT
- Strengths (Kekuatan)
Chen’s Pao memiliki beberapa kekuatan yang menjadi pembeda dari kompetitornya. Salah satunya adalah tekstur kulit bakpao yang lembut dan fluffy, serta cita rasa khas Medan yang gurih, manis, dan savory. Chen’s Pao juga menggabungkan konsep tradisional dan modern dengan tetap mempertahankan cita rasa bakpao klasik, tetapi menggunakan tekstur yang lebih kekinian sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan. Selain bakpao, Chen’s Pao juga menyediakan berbagai produk bakery seperti roti baso, roti manis, chiffon, dan produk lainnya. Pengalaman usaha sejak 2019 serta latar belakang usaha yang berasal dari pengalaman keluarga juga menjadi kekuatan dalam membangun identitas dan cerita merek.
Salah satu kekuatan brand Chen’s Pao terletak pada keaktifan dan konsistensinya dalam membangun kehadirannya di media sosial. Konten yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga didukung oleh fotografi dan videografi yang menarik. Selain itu, Chen’s Pao juga memperluas jangkauan audiens melalui kolaborasi dengan food vlogger ataupun content creator yang terkenal, sehingga produk lebih mudah mendapatkan exposure serta membangun awareness dan kepercayaan konsumen. - Weaknesses (Kelemahan)
Kelemahan Chen’s Pao salah satunya terletak pada proses produksi yang membutuhkan jumlah SDM cukup banyak, khususnya di bagian kitchen. Selain itu, produk Chen’s Pao tidak menggunakan bahan pengawet sehingga memiliki daya tahan simpan yang relatif pendek. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memperkirakan jumlah produksi secara tepat agar tidak terjadi overproduction. Apabila terdapat produk yang tersisa, Chen’s Pao perlu memberikan promo pada hari berikutnya yang dapat berpotensi mengurangi margin keuntungan dan meningkatkan risiko food waste. - Opportunities (Peluang)
Chen’s Pao memiliki peluang untuk memperluas pasar melalui pemanfaatan media sosial dan platform penjualan online. Cerita mengenai Bu Aling yang sejak dahulu memiliki pengalaman membantu ibunya membuat bakpao dan makanan untuk dijual dapat menjadi brand story yang menarik untuk disampaikan kepada konsumen. Selain itu, variasi produk bakery memberikan peluang untuk melakukan cross-selling dan meningkatkan nilai pembelian konsumen. Chen’s Pao juga dapat mengembangkan varian rasa baru serta memperluas jangkauan pasar melalui pembukaan cabang atau peningkatan penjualan secara online. - Threats (Ancaman)
Ancaman utama Chen’s Pao berasal dari tingginya persaingan dalam industri F&B, khususnya pada kategori bakpao dan bakery. Konsumen memiliki banyak pilihan produk sejenis sehingga Chen’s Pao perlu mempertahankan kualitas dan ciri khas produknya. Selain itu, kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya produksi dan memengaruhi harga jual. Karena produk tidak menggunakan bahan pengawet, Chen’s Pao juga menghadapi risiko produk lebih cepat mengalami penurunan kualitas apabila tidak disimpan atau didistribusikan dengan baik. Perubahan tren makanan serta persaingan harga dengan kompetitor juga dapat memengaruhi tingkat permintaan terhadap produk Chen’s Pao.
Problem Identification
- Kebutuhan SDM yang cukup besar dalam proses produksi
Proses produksi bakpao membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, terutama karena sebagian tahapan masih membutuhkan pengerjaan secara langsung dan tidak sepenuhnya dapat dilakukan dengan mesin. Mulai dari persiapan bahan, pembuatan adonan, pengisian, pembentukan bakpao, hingga proses pengukusan membutuhkan waktu dan tenaga. Kondisi ini membuat kebutuhan SDM di bagian kitchen menjadi cukup tinggi. Apabila jumlah tenaga kerja tidak mencukupi, kapasitas produksi dapat menjadi terbatas dan berpotensi memengaruhi konsistensi maupun kecepatan produksi. - Produk tidak menggunakan bahan pengawet sehingga memiliki masa simpan yang terbatas
Salah satu karakteristik Chen’s Pao adalah produknya dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Hal ini dapat menjadi nilai positif dari sisi kualitas dan persepsi konsumen, tetapi di sisi lain membuat produk memiliki shelf life yang relatif pendek. Bakpao yang sudah diproduksi tidak dapat disimpan dalam waktu lama seperti produk makanan dengan bahan pengawet. Oleh karena itu, proses produksi dan penjualan perlu direncanakan dengan lebih cermat agar jumlah produk yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pasar. - Risiko produk tidak terjual dan food waste
Masa simpan yang terbatas menimbulkan risiko apabila jumlah produksi lebih besar dibandingkan permintaan pada hari tersebut. Produk yang tidak terjual tidak dapat disimpan terlalu lama untuk dijual kembali, sehingga berpotensi menjadi waste. Kondisi ini dapat menyebabkan bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi yang telah dikeluarkan tidak menghasilkan pendapatan secara optimal. - Tantangan dalam menentukan jumlah produksi harian
Chen’s Pao perlu menentukan jumlah produksi yang tepat setiap harinya. Jika produksi terlalu sedikit, terdapat risiko stock out, yaitu produk habis ketika masih terdapat permintaan dari konsumen. Sebaliknya, apabila produksi terlalu banyak, terdapat risiko produk tersisa dan tidak dapat disimpan dalam jangka panjang. Dengan demikian, diperlukan kemampuan untuk memprediksi permintaan berdasarkan penjualan sebelumnya, hari, jam, lokasi, serta kondisi tertentu seperti akhir pekan atau hari libur. - Efisiensi operasional kitchen masih menjadi tantangan
Besarnya kebutuhan SDM dalam produksi dapat berdampak pada efisiensi operasional. Semakin banyak tenaga yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dalam jumlah tertentu, semakin besar pula biaya tenaga kerja yang perlu dikeluarkan. Chen’s Pao perlu memastikan bahwa pembagian tugas di kitchen sudah efisien sehingga setiap tenaga kerja dapat memberikan output yang maksimal tanpa mengurangi kualitas produk.
– Berikut beberapa foto dari produk tidak terjual/food waste:



Poster’s Five Forces
Porter’s Five Forces merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat persaingan dan daya tarik suatu industri. Hasil analisis dapat membantu Chen’s Pao memahami kondisi industri dan menentukan strategi untuk meningkatkan daya saing bisnis. Berikut adalah Poster’s Five Forces dari Chen’s Pao:
- Threat of New Entrants – High
Ancaman pendatang baru dalam bisnis bakpao tergolong tinggi karena bisnis makanan seperti bakpao relatif dapat dimulai dalam skala kecil. Modal awal dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi, sementara produk juga tidak membutuhkan teknologi yang sangat kompleks untuk dibuat. Selain itu, tren bisnis kuliner dan kemudahan pemasaran melalui media sosial maupun platform pesan-antar membuat pelaku usaha baru lebih mudah memperkenalkan produknya kepada konsumen. Pendatang baru juga dapat menawarkan berbagai varian rasa, harga promosi, atau konsep produk yang menarik. Namun, Chen’s Pao memiliki keunggulan apabila sudah memiliki resep khas, kualitas produk yang konsisten, pelanggan tetap, dan brand recognition. Hal-hal tersebut membutuhkan waktu untuk dibangun sehingga tidak mudah diperoleh oleh bisnis baru. - Bargaining Power of Suppliers – Medium
Chen’s Pao membutuhkan berbagai bahan baku untuk produksi, seperti tepung, bahan isian, bumbu, serta bahan pendukung lainnya. Ketergantungan terhadap ketersediaan bahan baku membuat supplier memiliki pengaruh terhadap biaya produksi. Apabila harga bahan baku mengalami kenaikan, Chen’s Pao dapat mengalami peningkatan biaya produksi. Terlebih lagi, produk Chen’s Pao tidak menggunakan bahan pengawet sehingga kualitas dan kesegaran bahan baku menjadi semakin penting. Namun, sebagian besar bahan baku yang digunakan dalam produksi bakpao relatif mudah ditemukan dari berbagai supplier. Chen’s Pao juga dapat membandingkan harga dan kualitas dari beberapa pemasok. Hal tersebut membuat posisi supplier tidak terlalu kuat. - Bargaining Power of Buyers – High
Daya tawar konsumen dapat dikategorikan tinggi karena konsumen memiliki banyak pilihan makanan yang dapat dibeli sebagai alternatif. Konsumen tidak harus membeli bakpao dari Chen’s Pao karena tersedia berbagai pilihan bakpao dari brand lain maupun makanan ringan lainnya. Selain itu, konsumen dapat dengan mudah membandingkan harga, rasa, ukuran, kualitas, promo, lokasi, dan review melalui media sosial atau platform pesan-antar. Jika konsumen merasa harga Chen’s Pao terlalu tinggi atau produk kurang sesuai dengan ekspektasi, mereka dapat dengan mudah berpindah ke kompetitor. Oleh karena itu, Chen’s Pao perlu memberikan value yang jelas, misalnya melalui kualitas rasa, keunikan varian, freshness, pelayanan, maupun pengalaman pelanggan. - Threat of Substitutes – High
Ancaman produk substitusi juga tergolong tinggi. Produk substitusi Chen’s Pao tidak hanya berasal dari sesama penjual bakpao, tetapi juga dari berbagai makanan lain yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sebagai makanan ringan atau makanan praktis. Contohnya adalah dimsum, siomay, roti, pastry, donat, gorengan, hingga makanan ringan lainnya. Konsumen dapat memilih produk-produk tersebut apabila ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Untuk menghadapi ancaman substitusi, Chen’s Pao perlu mempertahankan keunikan produk dan cita rasa sehingga konsumen memiliki alasan khusus untuk memilih bakpao Chen’s Pao dibandingkan makanan lainnya. - Rivalry Among Existing Competitors – High
Persaingan antar kompetitor dalam industri makanan, khususnya produk bakpao dan makanan sejenis, tergolong tinggi. Terdapat banyak bisnis kuliner yang menawarkan produk dengan harga, varian, dan konsep yang beragam. Persaingan tidak hanya terjadi melalui harga, tetapi juga melalui kualitas produk, inovasi rasa, packaging, pelayanan, lokasi, promosi, dan aktivitas media sosial. Brand yang mampu menciptakan konten menarik dan mendapatkan perhatian konsumen juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan awareness. Kondisi ini membuat Chen’s Pao harus terus mempertahankan kualitas sekaligus melakukan inovasi agar tidak mudah tergantikan oleh kompetitor.
VRIO
Analisis VRIO digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber daya serta kapabilitas yang dimiliki oleh Chen’s Pao dalam menciptakan keunggulan bersaing. Melalui analisis VRIO, Chen’s Pao dapat mengetahui sumber daya dan kemampuan mana yang hanya menjadi keunggulan sementara dan mana yang berpotensi menjadi keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Berikut adalah analisis VRIO dari Chen’s Pao:

Penjelasan lebih lanjut:
- Kualitas dan Cita Rasa Produk
Kualitas dan cita rasa produk Chen’s Pao memiliki nilai karena dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan mendorong pembelian ulang. Cita rasa yang khas juga dapat menjadi pembeda dari kompetitor. Selain itu, karakteristik rasa dan teknik produksi yang sudah dikembangkan tidak mudah ditiru secara persis oleh kompetitor. Dengan adanya standar produksi yang konsisten, keunggulan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menjadi Sustained Competitive Advantage. - Produk Tanpa Bahan Pengawet
Produk Chen’s Pao yang tidak menggunakan bahan pengawet dapat menjadi nilai tambah karena memberikan kesan fresh kepada konsumen. Hal ini juga dapat menjadi pembeda dari sebagian kompetitor. Namun, konsep produk tanpa bahan pengawet relatif mudah ditiru oleh bisnis lain. Oleh karena itu, keunggulan ini termasuk Temporary Competitive Advantage. - Resep dan Karakteristik Produk
Resep dan karakteristik produk memiliki nilai karena dapat membentuk identitas khas Chen’s Pao. Apabila resep tersebut memiliki ciri khas yang berbeda dari kompetitor, maka dapat menjadi sumber daya yang relatif langka dan sulit ditiru secara persis. Dengan adanya pengelolaan resep dan standar produksi yang baik, sumber daya ini berpotensi memberikan Sustained Competitive Advantage. - Freshness Produk
Freshness menjadi nilai bagi Chen’s Pao karena produk dibuat tanpa bahan pengawet dan memiliki masa simpan yang terbatas. Kondisi tersebut dapat menjadi daya tarik bagi konsumen yang mengutamakan produk fresh. Namun, konsep menjual produk fresh juga dapat diterapkan oleh kompetitor sehingga tidak sepenuhnya sulit ditiru. Oleh karena itu, freshness memberikan Temporary Competitive Advantage. - SDM dan Kemampuan Produksi
SDM memiliki nilai penting karena proses produksi Chen’s Pao membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Namun, tenaga kerja dan kemampuan produksi bukanlah sumber daya yang langka atau sulit ditiru karena kompetitor juga dapat merekrut dan melatih tenaga kerja. Dengan pembagian tugas dan koordinasi yang baik, SDM tetap dapat mendukung operasional bisnis, tetapi hasilnya lebih tepat dikategorikan sebagai Competitive Parity.
PESTEL
Berikut adalah matriks analisis PESTEL yang mengidentifikasi faktor-faktor eksternal makro yang memengaruhi operasional dan strategi bisnis Chenspao:

Analisis PESTEL menunjukkan bahwa bisnis Chenspao memiliki peluang sekaligus tantangan di lingkungan eksternalnya:
- Peluang Utama: Chenspao bisa tumbuh pesat dengan memanfaatkan teknologi digital (promosi TikTok/Instagram & layanan food delivery) serta tren sosial-budaya anak muda yang menyukai jajanan praktis (on-the-go snack) yang estetik dan higienis.
- Tantangan Utama: Chenspao harus siap menghadapi faktor ekonomi berupa fluktuasi harga bahan baku (tepung, gula, daging), serta wajib memenuhi aturan politik & hukum terkait sertifikasi Halal dan izin P-IRT/BPOM demi keamanan produk dan kepercayaan konsumen.
SOCIAL MEDIA

Instagram merupakan sosial media utama Chen’s Pao dalam membangun branding dan berkomunikasi dengan konsumennya. Melalui akun instagram @chenspao.id (https://www.instagram.com/chenspao.id/), Chen’s Pao memperkenalkan produk, menampilkan berbagai pilihan bakpao dan bakery, memberikan informasi mengenai outlet, serta membangun awareness terhadap brand salah satunya berkolaborasi dengan berbagai food vlogger/influencer terkenal.
INTERVIEW
Berikut adalah bukti screenshot/hasil dokumentasi dari interview bersama owner dari Chen’s Pao:

