Skip to main content

Featured Project

Narrative Co – Porter’s Five Forces

Ancaman Pendatang Baru – TINGGI

Hambatan masuk rendah dari sisi modal — bisa dimulai dari skala kecil dengan modal terbatas. Hampir 462 ribu gerai kopi di Indonesia tumbuh 12% per tahun, jadi pesaing baru terus bermunculan di sekitar Tangerang.

Daya Tawar Pemasok – SEDANG HINGGA TINGGI

Tanpa kontrak volume besar, daya tawar Narrative Co terhadap pemasok relatif rendah. Ditambah tekanan harga kopi global akibat perubahan iklim, posisi tawar pemasok menguat.

Daya Tawar Pembeli – TINGGI

Gen Z dan remaja punya banyak alternatif kedai dengan harga serupa (Kulumanu, Stance, Cottahaus). Sensitivitas harga tinggi — meski ini juga celah karena Narrative Co bermain di harga ekonomis (Rp5.000–Rp25.000).

Ancaman Produk Substitusi – SEDANG

Kopi RTD, kopi sachet, warung kopi tradisional, dan minuman non-kopi tersedia di sekitar Pasar Anyar. Tapi pengalaman “nongkrong” sulit sepenuhnya digantikan produk siap minum.

Intensitas Persaingan – TINGGI

Tiga kompetitor eksplisit (Kulumanu, Stance, Cottahaus) berada di area yang sama, ditambah “seleksi alam” industri nasional akibat saturasi pasar. Faktor pembeda utama — kualitas, vibes, harga — relatif mudah ditiru.


Struktur industri kedai kopi lokal di sekitar Narrative Co tergolong tidak menguntungkan: persaingan tinggi, hambatan masuk rendah, daya tawar pembeli tinggi. Keberhasilan usaha akan sangat bergantung pada diferensiasi non-harga — terutama menyelesaikan masalah awareness dan discoverability, bukan pada faktor produk semata yang relatif mudah disamai kompetitor.